traveling

Pertama Kali Naik Pesawat AirAsia

Finally, saya naik pesawat terbang untuk pertama kalinya nih guys tanggal 15 Januari 2015 kemarin, hehe. Untungnya kondisi cuaca saat itu lagi cerah banget. Asyik, semesta mendukung! Saya pun jadi semangat berangkat ke bandara. Saya berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta jam 15.30 WIB menuju Kuala Lumpur dan saya memutuskan pergi dari rumah jam 10.00 pagi, alasannya? Karena supaya nggak telat, as we know gimana macetnya jalan tol Jakarta kalau lagi peak hours gitu.

Dari rumah, saya pergi ke Botani Square untuk naik bus damri yang menuju ke Bandara Internasional Soekarno-hatta, karena di sinilah tempat terminal bus-bus damri bandara. Tiket bus damri ini harganya Rp 55.000,- tapi ada juga yang harganya Rp 75.000,-. Bedanya? Cuma di kursi, ya yang harga Rp 75.000,- kursinya lebih empuk dan sendiri, kalau bus damri yang harganya Rp 55.000,- kursinya nggak kalah empuk kok, Cuma tempat duduknya 2-3 seperti bus-bus pada umumnya. Karena perjalanan backpackeran jadi saya pilih yang Rp 55.000,-.

*brrrrrrrmm* bus akhirnya jalan dan benar aja kan, jalan tol yang ke arah semanggi-bandara soekarno hatta macetnya ampun-ampunan. Supir bus pun jadinya cari alternatif jalan lain yaitu lewat jalur arah pelabuhan tanjung priuk supaya para penumpang (termasuk saya) bisa cepat sampai dan nggak ketinggalan pesawat. Yihiii, Thank you bapak supir bus damri, berkat bapak, saya dan penumpang lain bisa sampai bandara sekitar jam 12 siang dan nggak telat buat naik pesawat. Alhamdulillah. 🙂

Sampai di bandara, saya celingak-celinguk mencari partner traveling saya kali ini yang siap menemani saya, namanya Dheny, pacar saya :). Nggak ketemu batang hidungnya, saya langsung telepon dan ternyata dia masih kena macet. Oke, akhirnya saya nunggu, tapi nggak nggak lama dia muncul juga, AH! Senangnya, hihi. Ngobrol sana-sini sama Dheny, sampai juga pada boarding time. *DAR* saya mulai takut, resah, gelisah. Bentar lagi saya naik pesawat. Euumm, Setelah melewati security check, bayar airport tax, dan urus-urusan sama imigrasi, saya masuk juga ke ruang tunggu. Semakin jadi rasa takutnya, guys. *eeerr* Nunggu… nunggu… nunggu, akhirnya pesawat yang akan saya dan pacar naiki disebut kodenya, rasa takut makin memuncak. Mulut saya nggak berhenti komat-kamit baca doa.

Diantar dengan bus khusus penumpang AirAsia, sampai juga saya di depan si pesawat. Gede banget! Pesawatnya! *makin takut* sambil terus baca doa, saya dituntun Dheny menaiki anak tangga untuk masuk ke kabin pesawat. Aaaaah, akhirnya masuk ke kabin pesawat dan saya langsung disapa oleh pramugari cantik dan pramugara ganteng *.*. Begitu toh yang namanya kabin pesawat, hihi. Norak. nengok kanan kiri, lihat isi kabin, sampai juga di tempat duduk yang sesuai dengan angka yang tertera di boarding pass. Dheny menawarkan saya untuk duduk di dekat jendela, tapi saya tolak. Alasannya, karena ya saya takut. Hihi, akhirnya saya duduk di tengah.

Setelah itu, suara perempuan dengan bahasa melayu yang dipancarkan di dalam kabin mengarahkan para penumpang untuk memakai sabuk pengaman dan Dheny dengan ikhlasnya membantu saya supaya memasangnya dengan benar. Thank you, ndut!. Beberapa menit kemudian, suara perempuan itu mulai memberitahukan lagi ke para penumpang kalau pesawat sebentar lagi akan take off. Gila! Dengar informasi itu rasa takut saya semakin menjadi-jadi. Pelan-pelan pesawat mulai bergerak dan dari sini sampai landing di Kuala Lumpur sana, tangan saya nggak lepas pegangan ke tangannya Dheny.

Terbang untuk pertama kalinya dengan pesawat AirAsia membuat saya suka sama AirAsia. Kenapa? Pertama, pramugari dan pramugaranya ramah-ramah. Kedua, informasi yang disampaikan di dalam kabin pesawat, cukup jelas. Mulai dari peraturan di pesawat sampai kondisi cuaca, tapi berhubung pesawat yang saya naiki dari Jakarta adalah AirAsia Malaysia jadi bahasanya agak bikin bingung, but for me it doesn’t matter karena ada Dheny yang seketika bisa jadi penerjemah saya, hihi. Ketiga, take off dan landing-nya muluuuuuuussssss. Suka! (soalnya kata Dheny, ada yang take off dan landing-nya bikin deg-degan dan nggak banget), Thank you, Pilot!

Semenjak kejadian tragedi AirAsia akhir Desember 2014 yang lalu, saya sempat nggak yakin sama AirAsia. Tapi, setelah naik pesawat terbang untuk pertama kalinya bersama AirAsia, ternyata AirAsia tetap bikin aman dan nyaman para penumpang, khususnya saya. Nggak seperti apa yang saya bayangkan sebelumnya. Seperti tagline-nya AirAsia, “Now Everyone Can Fly” Yes, I can fly now! dan yang dibilang sama pemandu di dalam pesawatnya, enjoy your flight, saya pikir awalnya saya nggak bakal enjoy di dalam pesawat, tapi yayness saya sangat menikmati perjalanan saya bersama AirAsia sampai ke Kuala Lumpur walaupun sambil terus pegangan tangan ke Dheny, hehe. Yeey.. thank you, AirAsia. Thank you, Dhen sudah membuat perjalanan naik pesawat terbang saya jadi asyik :)).

Sekarang, saya lagi nabung buat beli tiket pesawat AirAsia lagi nih guys. Kayanya ke Thailand seru nih. hihi :)) Nah, buat kamu yang mau cari-cari tiket pesawat AirAsia, kamu bisa langsung cek websitenya di sini atau kamu bisa juga download aplikasinya via smartphone android atau IOS. Now everyone can fly with AirAsia! 😀

IMG-20150116-WA0012
thank you, AirAsia 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s