Personal · traveling

Balada Jadi Orang Bule di Malaysia (Part 2)

Akhirnya saya sampai juga di KL Sentral. Setelah sebelumnya dibuat takjub dengan KLIA2 yang super besar, sekarang saya dibuat takjub lagi dengan KL Sentral. Gimana nggak, di KL Sentral ini saya bertemu dengan macam-macam orang. Selain itu yang membuat saya lebih takjub lagi, KL Sentral ini terhubung dengan mall yang suuuper gede dan juga segala macam moda transportasi Malaysia ada di sini, mulai dari KTM Komuter, LRT, KLIA Ekspress, KLIA transit, dan Monorel. KL Sentral ini bisa dibilang menjadi pusat dari segala moda transportasi yang memudahkan kita untuk terhubung ke berbagai tempat yang ada di Malaysia. Selesai sesi takjubnya , sekarang waktunya menuju daerah yang menjadi tujuan pertama saya dan Dheny, yaitu Bukit Bintang.

Menurut Kuala Lumpur Walks & Tour Map, untuk menuju Bukit Bintang dari KL Sentral ada dua alternatif. Pertama, dari KL Sentral bisa naik LRT Kelana Jaya Line sampai ke Dang Wangi lalu transit ke Bukit Nanas untuk lanjut naik monorel sampai ke Bukit Bintang. Kedua, dari KL Sentral bisa langsung naik monorel sampai ke Bukit Bintang. Saya dan Dheny memutuskan untuk naik monorel aja, hehe. Biar saya bisa merasakan gimana naik monorel (soalnya di Indonesia belum jadi). Tiket dari KL Sentral ke Bukit Bintang harganya 4.20 RM untuk 2 orang (per orang 2.10 RM). Ada yang unik nih sebelum naik monorel. Kita harus beli tiket dulu melalui mesin tiket gitu. Aaaaaa.. saya norak! Baru lihat. Keren.

PicsArt_1421744303417

Jadi, di mesin tiket ini kita pilih dulu mau naik monorel yang kemana, lalu isi jumlah tiket yang mau dibeli, setelah itu akan muncul total yang harus dibayar. Uniknya lagi, kita tinggal masukkan uang kertas atau koin aja. Jadi, misalnya dari KL Sentral ke Bukit Bintang berdua kena 4.20 RM, nah kita masukkan uang kertas 5 RM. Tunggu sebentar…..dan voila, keluar deh tiket monorel berbentuk koin plastik dan uang kembaliannya (hehe, saya dibuat takjub lagi dan dibuat norak lagi sama mesin ini!).

Monorel yang ada di Malaysia bentuknya nggak terlalu besar juga nggak terlalu kecil. Pas. Kali pertamanya naik monorel di Malaysia menurut saya enak dan nyaman. Pertama, penumpangnya terbit. Jadi, penumpang yang mau naik menunggu penumpang yang turun dulu. Kedua, di jam-jam sibuk juga monorel di sini nggak terlalu penuh banget. Ketiga, saya nggak perlu nunggu terlalu lama buat naik monorel. (Semoga nanti kalau monorel yang di Jakarta sudah jadi, bisa kaya gini. Amin!).

Setelah melewati lima shelter, akhirnya sampai juga di shelter Bukit Bintang. Yeeey. Fyi, Bukit Bintang bisa dibilang sebagai Kuala Lumpur’s Golden Triangle. Gimana nggak, Bukit Bintang ini menjadi jantung dari segitiga emasnya Kuala Lumpur yang meliputi Jalan Raja Chulan, Jalan Sultan Ismail, Jalan Ampang, dan dari Jalan Imbi ke Jalan Pudu. Bukit Bintang ini juga terkenal sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan. Selain itu di sini juga bertebaran banyak hotel, restoran, café, pubs, dan kios-kios jajanan. Nah, karena itulah yang akhirnya memutuskan saya dan Dheny untuk booking hotel di daerah sini. Tapiiii… buat menemukan hotel yang kami cari ini ternyata gampang-gampang susah. Kami sempat kesasar sedikit karena lagi ada pembangunan MRT baru sehingga jalanannya ada yang dialihkan. Tapi, berkat Walks & Tour Map serta tanya orang sekitar dan juga sempat nyasar lagi pas di jalan Alor, akhirnya si hotel ketemu juga. Yeeey! *prok prok* Dan karena sampai hotel sekitar jam 9 malam, kami pun memutuskan untuk istriahat aja supaya besoknya bisa lincah jalan-jalan menikmati tempat seru yang ada di Malaysia 🙂

(to be continue…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s