Personal · traveling

Balada Jadi Orang Bule di Malaysia (Part 5-Finish)

Saat berkunjung ke suatu tempat saya selalu punya rencana untuk bisa mengunjungi spot-spot yang memang menjadi spot must visit. Di hari terakhir saya di Malaysia, karena dapat flight super malam untuk pulangnya, jadi saya akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan mengunjungi spot-spot asyik. Sekitar jam 11 siang, kami check out dari tempat penginapan dan siap melanglang buana di sekitar daerah Petaling, Pasar Seni dan Merdeka Square. Untuk bisa menuju ke daerah-daerah tersebut dari Bukit Bintang kami harus naik monorel lagi ke KL Sentral dan dari sini kami lanjut naik KTM Komuter sampai ke stasiun Kuala Lumpur.

Perjalanan pertama, kami memutuskan untuk seru-seruan di Kuala Lumpur City Gallery yang ada di kawasan Merdeka Square. Untuk menuju ke Kuala Lumpur City Gallery dari stasiun Kuala Lumpur kami harus jalan dulu melewati skybridge sampai ke Dayabumi. Lagi-lagi skybridge bisa menghubungkan satu tempat ke tempat lain dengan aman. Saya suka banget. Oh iya, kali ini skybridge-nya lebih panjang dari skybridge yang di KLCC Tower. Oh iya, kalau dirasa lagi malas jalan kaki, dari Pasar Seni bisa naik Go KL Hop On Hop Off ke daerah Merdeka Square sekitar 10 menitan. Tiada hari tanpa nyasar, kami pun sempat nyasar lagi di sini. Tapi, selesai nyasar-nyasaran kami pun sampai juga di Kuala Lumpur City Gallery.

360 derajat Kuala Lumpur dimulai dari Kuala Lumpur City Gallery ini. Di sini  menjadi pusat beragam informasi para turis untuk bisa menikmati Kuala Lumpur. Kuala Lumpur Walks & Tour Map juga bisa didapatkan di sini secara gratis. Berkunjung ke Kuala Lumpur City Gallery kita bisa melihat bagaimana Malaysia dulu dan sekarang dengan adanya peragaan model kota Malaysia yang spektakuler dan untuk bisa menikmati peragaan itu kita harus menyiapkan uang sebesar 5 RM. Yang paling seru di Kuala Lumpur City gallery ini adalah the giant ‘I LOVE KL’ yang menjadi a must photo-stop. Pokoknya sayang banget kalau nggak foto-foto di sini. Oh iya, buat bisa foto-foto di depan gaint KL nggak perlu mengeluarkan uang alias free, tapi harus antri, karena yang mau foto di sini buanyaaak banget. Sambil nunggu antrian, kita bisa menikmati fasilitas free wifi-nya. Asyik bisa update status dulu :p. Kuala Lumpur City Gallery ini buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 6.30 malam, untuk informasi lebih lanjut bisa juga cek di sini ya.

Setelah puas seru-seruan di Kuala Lumpur City Gallery, kami melanjutkan lagi perjalanan ke Petaling Street. Siang itu mataharinya sangat terik. Panas. Tapi nggak menyurutkan kami buat jalan kaki. *hooosssh* Iya, kami jalan kaki dari daerah Merdeka Square ke Petaling Street dan ini jauuuuuuh banget. Hehe. Lagi, lagi, dan lagi… kami nyasar, haha. Harusnya kami jalan melewati jalur Lebuh Pasar Besar, tapi kami malah berputar ke jalan Tun Perak *urut kaki* Jalan sana, jalan sini, belok sana, belok sini akhirnya kami sampai juga di Petaling Street. Yipiiiii! Nah, Petaling Street ini dikenal juga dengan nama Chinatown. Petaling Street merupakan pioneer­ the old of Kuala Lumpur. Di sini itu seperti pasarnya Kuala Lumpur dan kita bisa ketemu banyak pernak-pernik serta barang-barang lucu tentunya dengan harga yang murah. Eh, sebenarnya sih harganya standar, tapi kalau kita bisa nawar kita bisa banget dapat harga super miring. Seru banget deh belanja di sini, apa lagi kalau saat sesi tawar menawarnya ,hehe.

Puas belanja dan menikmati suasana Petaling Street, kami pun mengakhiri perjalanan seru ini. Kami kembali berjalan kaki menuju stasiun Maharajalela untuk naik monorel kembali lagi ke KL Sentral. Jalannya jauuuuh *urut kaki lagi* hehe. Setelah sampai di KL Sentral kami pun membeli tiket KLIA Ekspress untuk menuju KLIA2. By the way, kami sempat bimbang nih di sini, karena uang modal hidup kami sudah menipis, secara tiket KLIA Ekspress ini mahal banget buat kami. Tadinya dari KL Sentral kami ingin naik KLIA Transit aja, tapi setelah tanya ke loket, harga tiketnya sama aja 35 RM juga *jleg*. Nggak jadi. Kami lihat map lagi, menurut infonya sih kami bisa naik KTM Komuter sampai ke Bandar Tasik Selatan dan dari sini baru naik KLIA Transit yang harga tiketnya lumayan lebih murah. Tapi setelah pikir-pikir lagi dan karena waktunya mepet, kami tetap jadi naik KLIA Ekspress. Ooooohh, ya sudahlah ya, nggak apa-apa, yang penting bisa flight tepat waktu. Aaaaaaaa, akhirnya perjalanan jadi orang bule di Malaysia berakhir juga. So far, selama tiga hari dua malam di Malaysia saya suka dengan moda transportasinya yang nggak ribet dan aman. Kali pertamanya berkunjung ke Malaysia buat saya sangat menyenangkan. Thank you, Malaysia 🙂

????

IMG_20150118_203231

???????????????????????????????

???????????????????????????????
foto: dokumen pribadi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s