Review · traveling

[Review] Eat Play Leave

“The world is a book, and those who do not travel read only a page.”
Saint Augustine

Buku menjadi salah satu barang yang suka saya bawa saat saya lagi traveling ke tempat yang jaraknya jauh dan punya banyak waktu kosong di perjalanannya. Buku berubah menjadi teman perjalanan saya setelah musik. Buku-buku yang saya baca dan bawa saat traveling lebih ke genre komedi dan buku-buku yang bertemakan jalan-jalan. Intinya buku-buku yang menghibur dan bikin saya tambah semangat buat jalan-jalan.

Nah, waktu itu saya nemu satu buku yang covernya lucu banget, tapi belum tau isinya menarik atau nggak pokoknya saya jatuh hati pada pandangan pertama dengan covernya. Di cover buku itu tertulis sebuah judul ‘Eat, Play, Leave: Kisah Bule-Bule Bali’ dengan gambar-gambar kartun lucu manusia di sisi kanan, sisi kiri, sisi atas, dan sisi bawah, lebih tepatnya yaaa mungkin gambar-gambar itu mewakili Bule-Bule yang ada di dalam cerita buku ini.

IMG_4344

Sinopsis


“Bali is a melting pot. Bukan hanya soal kewarganegaraan, tapi semua jenis orang bisa kamu temui di sini.”

***

Berbekal dua buah koper besar dan tekad menggunung, Jenny resmi meninggalkan keriuhan Kota Metropolitan dan memilih untuk menyepi di Ubud. Awalnya ia mengira kesunyian Ubud akan menjadi sahabatnya. Nyatanya tidak! Alih-alih  menikmati sepi, ia harus terus beradaptasi demi menemui orang-orang asing yang tingkah lakunya aneh bin ajaib.

Perempuan-perempuan lajang berkulit putih yang melamun dengan buku Eat Pray Love di pangkuan. Para lelaki setengah baya, yang menganggap diri mereka sepupu jauh Brad Pitt, berusaha menarik perhatian perempuan Asia eksotis berkulit halus. Bule-bule berkaus lengan buntung dengan simbol yang mentereng, berseliweran sambil bertelanjang kaki. Hingga orang-orang asing yang berstatus menumpang, tetapi jauh dari rumah dan kerap menantang kesabaran. Aha, welcome to Bali! 🙂


Setelah dengan khusyuknya selama kurang lebih 2 hari aja buku ini selesai saya baca sampai tuntas. Ternyata jatuh hati saya pada pandangan pertama dengan covernya, juga bikin saya jatuh hati sama cerita di dalamnya. Menarik. Benar-benar menghibur. Buku Eat Play Leave ini ditulis oleh Jenny Jusuf seorang penulis dan blogger. Ia hidup di tengah keriuhan dan keramaian Ibukota. Saking riuhnya ia pun ingin mencari ketenangan dan kabur sejenak dari Ibukota dengan menyepi di Ubud, Bali. Berharap benar-benar akan mendapatkan ketenangan, nyatanya malah sebaliknya ia menemukan hal-hal di luar dugaan. Setelah ia bergabung dalam Couchsurfing, dari sanalah kisah-kisah aneh bin ajaibnya bersama Bule-Bule yang datang ke Bali dimulai.

Mulai dari Feza yang bikin ia harus tahan napas beberapa hari karena indekosnya mendadak bau ketiak, sikap pemarah Feza yang bikin ia geram, dan kisah cintanya dengan Pak Nyoman yang bikin stres Ibu Made. Oh… Feza! Lalu ada Kero, Bule sok misterius yang awalnya nggak mau memberi tau secara detail tentang identitasnya dan bikin ia agak setengah hati untuk menerima dan menampungnya selama di Bali. Ternyata lagi-lagi kehadiran Kero bikin ia harus tahan napas di indekos akibat bau tidak sedap dari kaki Kero. Ewww~ Tapi beruntunglah setelah itu ia bertemu dengan Isabella yang menjadi sahabat sekaligus sudah ia anggap sebagai kakak perempuannya dan ia merasa bahwa kehadiran Isabella bagai hawa segar dan hadiah untuknya. Ada lagi tentang kisah cinta Amandine yang mengharu biru, begitu pun dengan kehidupan kisah percintaan Vidal,  juga cerita cinta antara Ben dan Julia. Lalu ada balada Opa-opa gila hingga kisah kasih Cassie yang menyentuh hati.

Kumpulan quote dari buku Eat Play Leave

“Sahabat: seseorang yang punya akses tak terbatas untuk menghubungi kita kapan saja, di mana saja.” (Hal. 74)

“Mungkin cinta berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Dunia kian menua. Manusia semakin tergesa. Cinta pun terpaksa bergegas.” (Hal. 90)

“Karena harapan memang selalu ada. Untuk jatuh cinta lagi. Cinta kepada seseorang. Cinta kepada diri sendiri. Pada sebuah negara. Pada sesuatu. Harapan bahkan ada dalam patah hati, yang sejatinya membuka peluang bagi cinta-cinta berikutnya.” (Hal. 93)

“…percaya cinta bisa datang kapan saja, di mana saja. Di dunia yang mahaluas ini, internet adalah penghubung kita dengan miliaran manusia lain.” (Hal 102)

“Cinta justru seringnya datang ketika kita berhenti mencari. Percaya bahwa hati dipilih, bukan memilih. Dan, kebahagiaan tidak ada di tempat lain, di masa lalu, apalagi masa depan. Kebahagiaan cuma ada di sini. Di masa kini.” (Hal. 104)

“Selalu perccaya bahwa manusia tidak butuh banyak hal untuk bahagia. Tapi, setiap orang berhak menentukan apa yang membuatnya bahagia, apa yang tidak.” (Hal. 106)

“Kebahagiaan sesederhana memilih dan menerima bahwa hidup tetap indah sekalipun ia tidak sempurna. Sendiri atau bersama orang yang dicinta.” (Hal. 106)

“Persahabatan bagai kepompong. Sahabat yang baik adalah obat untuk hati yang bolong dan tidak akan membuat kamu jadi kambing ompong.” (Hal. 121)

“Pertemuan yang digariskan takdir takkan bisa dilawan ruang dan waktu. Jarak ribuan mil tidak akan sanggup menentang perjumpaan yang dirancang semesta, yang menaungi miliaran manusia dengan mentari, bulan, dan bintang yang sama.” (Hal 230-231)

Jadi menurut saya, buku ini recommended untuk dibaca dan dijadikan teman perjalanan. Cerita dari Bule-Bule yang menarik di dalamnya bisa bikin ketawa geli sendiri dan bikin ber-oh-so-sad pas lagi baca. Buku ini juga mengajarkan kita tentang hidup dan cinta yang ada di luar tempat tinggal kita yang sesungguhnya. Seperti yang tertulis di halaman terakhir di buku ini:

“Ubud adalah tempat untuk pulang. Ia adalah sekolah mahaluas tempat untuk belajar tentang hidup dan cinta, setiap hari. Dengan semesta sebagai gurunya dan beragam manusia unik yang dijumpai sebagai teman-teman sekelas.” (Hal 274. Eat Play Leave)

IMG_4351

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s