traveling

Museum Nasional Jakarta? Ya Museum Gajah!

Selama kurang lebih 6 bulan ngekos di Jakarta, aku nggak pernah yang namanya niatin satu hari buat keliling-keliling Jakarta. Alasannya banyaaaak. Pertama, macet. Kedua, macet. Ketiga, maceeet. hehe. Iya Macet. Hal ini yang bikin aku jadi agak males buat eksplor Jakarta. Tapi entah dapet mimpi apa waktu itu, tiba-tiba aja di satu hari yang ceraaah~ aku punya niat buat eksplor Jakarta. Uwih! Kali ini niatnya menjelajahi museum-museum yang ada di Jakarta. Karena kosan aku di daerah Jakarta Pusat, aku akhirnya memutuskan untuk eksplor museum yang ada di daerah sini. Hayoooo… kira-kira ada yang tau aku mau eksplor museum apa?

Supaya nggak capek dan tetap kece selama jalan-jalan di teriknya panas Ibukota, aku pilih museum yang nggak terlalu jauh jaraknya dari kosan. Oke. Museum yang aku pilih untuk dijelajahi adalah Museum Nasional Jakarta. Yey! Kali ini aku ajak kalian jalan-jalan ke Museum Nasional Jakarta.

Museum Nasional Jakarta atau biasa dikenal dengan nama Museum Gajah ini adalah satu di antara banyaknya museum yang ada di daerah Jakarta, tepatnya di Pusat kota Jakarta. Lokasi Museum Gajah ini adanya di Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110. Lengkap! Jangan takut nyasar!

Gimana caranya untuk bisa sampai ke Museum Nasional Jakarta atau Museum Gajah ini? Gampang! Kalau kalian dari Bogor atau Depok atau Bekasi atau Tangerang πŸ˜€ kalian tinggal naik kereta api commuter line jurusan yang pokoknya berhenti di stasiun Juanda atau stasiun yang nggak jauh dari stasiun Gambir, bisa di stasiun Cikini atau stasiun Gondangdia. Nah, dari sini kalian nggak usah pusing-pusing lagi harus naik apa. Zaman sudah modern, pakailah aplikasi ojek online. πŸ˜€

Eh tapi… kalau kalian pakai ojek, kalian nggak akan diturunin di depan museum-nya lho. Bukan karena abang ojeknya nggak kasian sama kita, bukan juga abang ojeknya pelit nggak mau anter kita sampe ke tujuan, cumaaa.. ada satu jalanan yang nggak boleh dilalui oleh kendaraan roda dua. Jadi, nanti kalian akan diturunkan di area yang nggak terlalu jauh jaraknya dari Museum Nasional Jakarta sama abang ojeknya. Terus kalian tinggal jalan kaki deh. Sedikit kok. Itung-itung olahraga. πŸ˜€

Nah, setelah menghadapi segala rintangan (baca: panas, debu, dan macet) akhirnya sampailah di Museum Nasional Jakarta atau Museum Gajah. Horeee!

Lalu, apa sih itu Museum Nasional Jakarta? Terus kenapa juga bisa disebut dengan Museum Gajah? Jadiii, gini lho sejarah Museum Nasional Jakarta itu awalnya didirikan pada 24 April 1778. Wow, lama ya! Iya pasti kalian belum lahir, kaaaan? πŸ˜€ Nah, Pada saat itu di Eropa lagi marak-maraknya revolusi intelektual yang dimana pada tahun 1752 berdirilah sebuah perkumpulan Belanda, salah satunya adalah Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Susah ya bacanya? iya memang. Mulut aku aja sampai keriting bacanya. Kita singkat aja jadi BG, ya. Nah, BG ini adalah sebuah lembaga independen yang dibentuk dengan tujuan untuk memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya di bidang seperti ilmu biologi, fisika, arkeologi, etnologi dan sejarah. Salah satu pendirinya, yaitu JCM Radermacher kemudian menyumbang sebuah rumah milik dirinya yang ada di Jalan Kalibesar, yang pada masa itu adalah kawasan perdagangan di Jakarta-Kota. Selain menyumbangkan rumahnya, ia pun turut menyumbangkan sejumlah koleksi benda-benda budaya dan buku-buku. Hal inilah yang kemudian menjadi cikal bakal dari berdirinya museum dan perpustakaan. Karena banyaknya koleksi yang tersimpan di rumah Kalibesar itu pun akhirnya Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles -yang saat itu menjabat sebagai Direktur di BG selama masa pemerintahan Inggris- memerintahkan untuk membangun gedung baru untuk dijadikan museum. Nah, bangunan inilah yang sekarang berlokasi di Jalan Majapahit No. 3 dan berdiri kompleks gedung Sekretariat Negara, nggak jauh dari Istana Kepresidenan.

Koleksi-koleksi pun semakin banyak dan Museum yang ada di Jalan Majapahit pun tidak sanggup lagi buat menampung. Dan pada tahun 1862 *tetep kalian belum lahir* pemerintah kembali memutuskan untuk membangun bangunan baru yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 dan sekarang dikenal dengan Museum Nasional Jakarta atau Museum Gajah.

Nah, pasti masih bertanya-tanya, Namanya kan Museum Nasional Jakarta, tapi kok banyak masyarakat yang menyebutnya dengan Museum Gajah? Usut punya usut, selidik punya selidik, hehe… *gaya*, Alasan kenapa banyak yang menyebutnya juga dengan Museum Gajah adalah karena tepat di halaman depan museum ini terdapat sebuah patung gajah perunggu yang merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang saat itu pernah berkunjung ke museum di tahun 1871. *kalian masih juga belum lahir* :p. Oh iya, tapi selain banyak yang bilang dengan sebutan Museum Gajah, museum ini juga kadang ada yang bilang dengan sebutan Gedung Arca. Iya, Gedung Arca. Alasannya? Karena di dalam gedung ini memang banyak tersimpan beragam jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai masa.

Sampai saat ini, Museum Nasional Jakarta atau Museum Gajah sudah menyimpan kurang lebih 141.000 benda-benda yang bernilai sejarah, mulai dari koleksi prasejarah, arkeologi, keramik, etnografi, sejarah, dan geografi. Museum Nasional Jakarta dibangun di atas tanah dengan luas sekitar 26.500 m2 dan saat ini memiliki dua gedung, dimana di gedung lama atau gedung A digunakan untuk memamerkan koleksi museum dan ruang penyimpanan koleksi-koleksi, sedangkan Gedung Arca atau gedung B yang dibuka secara resmi di tanggal 20 Juni 2007 ini digunakan untuk ruang pameran (lantai 1 sampai 4), untuk kantor, ruang konferensi, laboratorium, dan perpustakaan.

Seru! Di Museum Nasional Jakarta atau Museum Gajah ini kita bisa mengenal sejarah zaman dulu dan melihat peninggalan-peninggalannya. Selain menambah wawasan tentang sejarah, di museum ini juga cocok dan keren banget buat kalian yang doyan foto. Selfie di museum? Kata siapa nggak keren? Keren banget! Karena museum ini punya bangunan yang so classic dengan gaya klasisime yang mendapat pengaruh dari Eropa.

Buat kalian yang mau berkunjung ke Museum Nasional Jakarta atau Museum Gajah jam operasionalnya ada dari hari Selasa sampai hari Minggu. Untuk hari Selasa hingga Jumat buka dari jam 08.30 – 16.00 WIB, sedangkan Hari Sabtu dan Minggu buka dari jam 08.30 – 17.00 WIB. Inget ya.. hari Senin dan hari libur nasional nggak buka alias tutup. Dan kaliam cukup sediakan uang 5ribu Rupiah aja untuk tiket masuknya. Iya 5ribu! Murah, kan? Hihi. Sedangkan untuk tiket masuk buat anak-anak adalah 2ribu Rupiah dan wisatawan mancanegara adalah 10ribu Rupiah. Sangat amaaat murah sekali! *senang*

Selamat menjelajahi Museum Nasional Jakarta dan Enjoy Jakarta! ❀

Advertisements

2 thoughts on “Museum Nasional Jakarta? Ya Museum Gajah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s